Oleh Elis Rosidah Mardiah
Mentari itu telah terbit wahai pujangga
Dalam wujud lekuk tiang
Lintang kau punya
Diiring hembusan harap
Direlung jiwa
Menyibak butiran embun
Tergantung dalam suray cahaya
Emas diujung surya
Apakah hanya Fatamorgana dalam pandangan
Nan tak lebih indah dari lembar Al Quran
Namun sinar itu aku suka
Meski tak terwujud dalam halal ku damba
Jangan jadikan pandangku semu Ya Robb
Janjiku takkan ada yang lebih indah darimu
Izinkanku rasakan cinta hambamu
Yang telah dendangkan suara rindu diqolbu
Hambamu telah renggut rasa cintaku
Terkapar lemas daku dibalik pintu
Saatku pandang dia dipelukmu
Sungguh asaku nestapa dalam do’a
Dialunan cinta islami yang kini krangakaki
*cat untuk kekasihku Johan Susanto
Mentari itu telah terbit wahai pujangga
Dalam wujud lekuk tiang
Lintang kau punya
Diiring hembusan harap
Direlung jiwa
Menyibak butiran embun
Tergantung dalam suray cahaya
Emas diujung surya
Apakah hanya Fatamorgana dalam pandangan
Nan tak lebih indah dari lembar Al Quran
Namun sinar itu aku suka
Meski tak terwujud dalam halal ku damba
Jangan jadikan pandangku semu Ya Robb
Janjiku takkan ada yang lebih indah darimu
Izinkanku rasakan cinta hambamu
Yang telah dendangkan suara rindu diqolbu
Hambamu telah renggut rasa cintaku
Terkapar lemas daku dibalik pintu
Saatku pandang dia dipelukmu
Sungguh asaku nestapa dalam do’a
Dialunan cinta islami yang kini krangakaki
*cat untuk kekasihku Johan Susanto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar